Ole Romeny berfoto dengan bocah penjual gelang di Lombok
Kehangatan Ole Romeny Saat Diserbu Bocah Penjual Gelang Lombok

Kehangatan Ole Romeny Saat Diserbu Bocah Penjual Gelang Lombok

Jakarta, CNN Indonesia – Penyerang , , baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah terlihat ramah melayani permintaan foto dari sejumlah bocah penjual gelang khas . Momen hangat ini menjadi di media sosial sejak Senin, 18 Mei, dan banyak dibagikan oleh netizen.

Dalam video yang beredar, Ole tampak tersenyum dan sabar menghadapi antusiasme anak-anak yang ingin berfoto bersama serta mempromosikan dagangan mereka. Keberadaan Ole di Lombok menarik perhatian banyak orang, terutama penggemar di Tanah Air yang penasaran dengan aktivitas pemain yang baru saja dinaturalisasi ini.

Kehadiran Ole Romeny di Indonesia pertama kali diketahui melalui unggahan Instagram Story pribadinya pada Jumat, 15 Mei. Dalam postingan tersebut, Ole mengungkapkan bahwa ia sedang berada di Lombok, sebuah lokasi yang dikenal dengan keindahan alam dan kerajinan gelangnya. Unggahan tersebut segera menjadi sorotan media dan penggemar.

Saat ini, Ole Romeny membela Oxford United yang berkompetisi di Divisi Championship Liga Inggris. Sayangnya, performanya di musim ini tidak begitu memuaskan, di mana ia hanya tampil dalam 16 pertandingan dengan total 355 menit bermain di liga, ditambah dua laga di Piala FA. Ole sempat mengalami cedera fraktur kaki yang membuatnya absen di banyak pertandingan penting bersama klubnya.

Musim 2025/2026 berakhir dengan kekecewaan bagi Oxford United, yang terpaksa terdegradasi ke Liga 3 Inggris (League One) setelah menyelesaikan kompetisi di peringkat 22 klasemen. Meski demikian, masa depan Ole di klub tersebut tampak aman, mengingat kontraknya baru akan berakhir pada 30 Juni 2028. Ia juga tidak termasuk dalam daftar pemain yang akan dilepas oleh klub, termasuk rekan setimnya, Marselino Ferdinan.

Keberadaan Ole Romeny di Lombok tidak hanya menunjukkan sisi humanisnya sebagai seorang atlet, tetapi juga menyoroti potensi pariwisata dan kerajinan lokal yang ada di daerah tersebut. Momentumnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai keindahan dan budaya lokal, di tengah kesibukan dunia sepak bola yang semakin kompetitif.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *