Sopir Bus dan Masinis Tersangka Kecelakaan Kereta di Bangkok
Jakarta, CNN Indonesia – Kepolisian Thailand telah menetapkan sopir bus dan masinis kereta barang sebagai tersangka terkait kecelakaan kereta api yang mengakibatkan delapan orang kehilangan nyawa pada hari Sabtu, 16 Mei. Tersangka tersebut adalah Sayomporn Suankul (46), sopir bus nomor 206, dan Lapit Thongboon (56), masinis kereta barang.
Polisi menyatakan bahwa keduanya telah lalai dalam menjalankan tugasnya, yang berujung pada kecelakaan fatal tersebut. Mereka kini dihadapkan pada dakwaan pidana, berdasarkan laporan yang dikutip dari Bangkok Post pada Minggu, 17 Mei.
Kecelakaan tragis ini terjadi di perlintasan kereta api di Jalan Asok-Din Daeng, distrik Huai Khwang, Bangkok, sekitar pukul 15.41 waktu setempat. Dalam insiden tersebut, kereta barang menabrak bus penumpang yang terjebak di rel akibat macet di lampu lalu lintas. Bus tersebut tidak dapat bergerak maju atau mundur, menyebabkan tabrakan yang sangat mengerikan.
Akibat dari kecelakaan ini, bus terbakar dan menyebabkan delapan orang tewas serta 32 lainnya mengalami luka-luka. Beberapa kendaraan lain juga mengalami kerusakan akibat insiden ini. Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena palang pintu perlintasan tidak dapat diturunkan akibat kendaraan yang terhenti di perlintasan.
Di Thailand, menurut hukum yang berlaku, sangat dilarang bagi kendaraan untuk berhenti di perlintasan kereta api dan dalam radius lima meter dari perlintasan tersebut. Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi ketika kereta api menabrak bus di dekat stasiun Makkasan Airport Rail Link pada hari yang sama.
Tragedi ini menjadi sorotan penting, mengingat keselamatan dalam berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas di perlintasan kereta api sangat krusial untuk mencegah kecelakaan yang merugikan banyak nyawa. Penegakan hukum yang ketat terhadap pelanggaran di perlintasan kereta api diharapkan bisa mengurangi kejadian serupa di masa depan.
