Kuba ancam Trump jika AS berani menyerang
Kuba Ancaman Pertumpahan Darah Jika AS Serang - CNN Indonesia

Kuba Ancaman Pertumpahan Darah Jika AS Serang – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden , Miguel Diaz-Canel, memberikan peringatan keras terkait potensi serangan dari Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald . Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Diaz-Canel menegaskan bahwa jika AS berani melancarkan serangan militer terhadap Kuba, konsekuensinya bisa berujung pada pertumpahan darah.

Diaz-Canel menjelaskan bahwa Kuba tidak memiliki niat atau rencana agresif terhadap negara mana pun, termasuk AS. Pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah AS seharusnya menyadari posisi ini. Ia mengatakan, “Kuba tidak menimbulkan ancaman dan tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun, termasuk AS. Ini telah diketahui dengan baik oleh pemerintah negara tersebut.”

Diaz-Canel juga menunjukkan bahwa saat ini, Kuba tengah menghadapi agresi multidimensi dari AS. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa Kuba memiliki hak untuk membela diri dari setiap ancaman militer yang mungkin terjadi. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa rakyat Kuba tidak seharusnya menjadi korban dalam konflik semacam itu.

Ketegangan antara AS dan Kuba semakin meningkat setelah Trump mengungkapkan niatnya untuk melakukan serangan terhadap Havana. Awal bulan ini, Trump menyatakan keinginannya untuk “mengambil alih” pulau Karibia yang terletak sekitar 145 kilometer dari Florida. Dalam konteks ini, Trump menyebutkan bahwa Kuba akan menjadi target berikutnya setelah keberhasilan operasi militer AS yang menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Pada hari Senin, pemerintahan Trump kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap pemerintah Kuba, termasuk kepada lembaga intelijen dan kementerian dalam negeri. Sebanyak sebelas pejabat Kuba, termasuk menteri kehakiman dan wakil menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba, juga terkena dampak sanksi tersebut. Selain itu, larangan pengiriman dari dan ke Kuba yang diberlakukan oleh AS juga telah dilaksanakan.

dan pangan di Kuba semakin memburuk akibat pemblokiran pasokan minyak dari Venezuela oleh Trump. Pemadaman listrik menjadi hal umum di berbagai daerah akibat situasi ini. Selama bertahun-tahun, sektor pertanian dan pengelolaan ekonomi yang buruk telah mengakibatkan Kuba harus mengimpor sebagian besar kebutuhan makanannya. Komoditas yang dulunya diproduksi secara lokal seperti gula, kopi, dan tembakau kini harus diimpor.

Pekan lalu, menteri energi Kuba mengungkapkan bahwa sumbangan minyak dari Rusia telah habis, menyebabkan lebih banyak pemadaman listrik bagi masyarakat Kuba. Trump sebelumnya juga mengkritik Kuba sebagai “negara gagal” dan menyatakan keinginannya untuk mengambil alih pemerintahan di sana.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, mengecam rencana Trump yang dinilai ingin memicu perang baru dengan mencari-cari alasan untuk menyerang. Ia menegaskan bahwa upaya untuk menyerang Kuba dengan dalih apapun, meskipun menipu dan tidak berdasar, adalah tindakan bertentangan dengan opini publik di AS dan dunia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *